Dengan Sertifikat Halal, SunnyGold Siap Tembus Ekspor Perdana ke Jepang

2020-09-02 10:08:26

Pandemi corona virus disease 2019 (COVID-19) masih berlangsung. Meski begitu, setiap sektor harus bersemangat untuk terus bergerak demi kemajuan bangsa dan negara. Dalam hal ini, PT Malindo Food Delight, anak perusahaan dari PT Malindo Feedmill Tbk, tengah melakukan langkah konkret.

 

Hal ini disampaikan oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H, M.Si, M.H. dalam acara Ekspor Perdana Produk Olahan dengan Merek SunnyGold ke Jepang pada 1 September 2020, di Komp. Greenland International Industrial, Cikarang, Jawa Barat.

“Banyak negeri yang pertumbuhan ekonominya memburuk, bahkan mencapai minus sepuluh persen. Dengan berbagai potensi yang dimiliki Indonesia, kita seharusnya bisa mengambil sikap dan terus bergerak di tengah pandemi ini,” ujarnya.

 

Seperti yang dilakukan oleh PT Malindo Food Delight, lanjut Syahrul. Dengan menggunakan teknologi, higienitas tinggi, dan juga terjamin kehalalannya, ini merupakan modal penting untuk meraih kepercayaan masyarakat agar memilih SunnyGold untuk dikonsumsi masyarakat Indonesia, bahkan dunia.

 

Lebih dari itu, hal ini membuktikan Indonesia mempunyai peternakan yang baik dan industri berkualitas tinggi. Berhasilnya PT Malindo Food Delight ekspor ke negara Jepang, diharapkan dapat menjadi pacuan bagi perusahaan lain untuk terus mengembangkan pasar ke ranah global.

 

Selain itu, Syahrul menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia sangat mendukung ekspor produk-produk ke negara-negara lain, khususnya negara-negara muslim seperti di Timur Tengah. Hal ini dirasa lebih besar peluangnya karena sudah banyak produk di Indonesia yang tersertifikasi halal. Artinya, produk terjamin aman dan halal.

 

“Kami mendorong produk-produk Indonesia yang sudah tersertifikasi halal untuk diekspor ke negara-negara Timur Tengah. Hal ini karena produk tersebut sudah terjamin kehalalan dan keamanan pangannya. Ini merupakan nilai jual dan standar yang akan sangat diperhitungkan bagi negara-negara muslim,” terangnya.

 

Dalam acara yang berbeda, Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Dr. Ir. Lukmanul Hakim, M.Si menyampaikan bahwa sertifikat halal merupakan salah satu pintu masuk produk ke pasar global.

 

Pada tahun 2017 LPPOM MUI memperoleh Akreditasi SNI ISO / IEC 17065: 2012. Selain itu, Lab Halal LPPOM MUI telah memperoleh SNI ISO / IEC 17025: 2017 dari Komite Akreditasi Nasional (KAN).

 

“Tak hanya di tingkat nasional, LPPOM MUI juga telah diakreditasi oleh Emirate Authorty for Standardization and Metrology (ESMA) dengan standar UAE 2055:2-2016. Dengan demikian, produk yang telah berketetapan halal MUI dapat dipasarkan di negara Uni Emirat Arab (UEA),” jelas Lukman.

 

(Baca juga: LPPOM MUI Menjadi LSH Pertama di Indonesia yang diakui ESMA)

 

Sementara itu, Direktur PT Malindo Food Delight Ir. Rewin Hanrahan menyampaikan bahwa pihaknya telah mendapatkan sertifikat halal MUI, sertifikasi ISO, dan mempunyai izin edar keluar negeri dari BPOM. Hal yang beriringan dengan prinsip Highest Quality Halal Food ini menjadi modal bagi PT Malindo Food Delight untuk maju ke ranah global.

“Dengan berbagai sertifikat yang telah kami dapatkan, produk kami siap untuk bersaing di kancah global. Ekspor hari ini menjadi pendorong agar kami terpacu untuk terus mencari pasar ekspor di negara lainnya,” kata Rewin. (YN)

 

Artikel Terbaru Lainnya

INDEX ARTIKEL

Link LPPOM MUI

Jakarta Sekretariat LPPOM MUI

Bogor Global Halal Centre

-->