Modifikasi Sertifikasi Halal untuk Pengolahan Hewan dan Turunannya

Jakarta - Perkembangan teknologi industri telah sedemikian rupa mempengaruhi proses pengolahan pangan, sehingga untuk membedakan antara produk halal dan nonhalal kini bukan perkara mudah.

 

Untuk mengikuti perkembangan tersebut, maka proses sertifikasi halal juga harus terus-menerus menyesuaikan diri. Hal tersebut dilakukan tidak untuk mempersulit perusahaan, namun justru untuk mengajak perusahaan agar dapat menghasilkan produk yang tidak hanya berkualitas, namun juga terjamin kehalalannya.

 

Direktur LPPOM MUI, Ir. Lukmanul Hakim,  MSi menyampaikan hal tersebut saat membuka acara silaturahmi dan sosialisasi kebijakan LPPOM MUI, di Jakarta (Rabu, 26 Oktober 2011). Acara yang diikuti oleh sekitar 400 perusahaan produsen halal tersebut dilakukan sebagai ajang silaturahmi, bertukar fikiran serta penyampaian berbagai informasi dan kebijakan baru dari LPPOM MUI.

 

“Pada prinsipnya, bisnis harus terus berjalan, tapi di sisi lain, ketersediaan produk halal juga harus menjadi perhatian bersama. Sebab, produk halal tidak hanya untuk memenuhi tuntutan mayoritas konsumen Indonesia yang beragama Islam, namun juga sebagai salah satu faktor penguat daya saing,” kata Lukmanul Hakim.

 

Salah satu hal  penting dalam proses sertifikasi halal yang disampaikan pada pertemuan tersebut adalah adanya modifikasi sertifikasi halal bagi pengelolaan hewan dan turunannya.  Menurut Lukmanul Hakim, salah satu aspek penting yang harus dikritisi dalam penanganan daging adalah kemungkinan terkontaminasinya daging halal dengan daging nonhalal. Kontaminasi tersebut bisa terjadi mulai saat pemotongan hewan, penanganan daging pasca pemotongan hingga pengolahan dan pengemasannya.

 

Fenomena tersebut masih banyak ditemukan di berbagai negara seperti di Cina, Amerika dan beberapa negara Eropa, yang produknya juga dipasarkan di Indonesia. Oleh karena itu, untuk mencegah masuknya daging yang terkontaminasi dengan produk nonhalal tersebut masuk ke Indonesia, LPPOM MUI telah melakukan modifikasi sertifikasi pengelolaan hewan dan turunannya melalui  alat khusus penguji (test kit) yang akurasinya dapat diandalkan.

 

“Untuk membuktikan adanya kontaminasi memang harus dilakukan secara ilmiah, yakni dengan menggunakan test kit tadi. Tentu saja alat ini tidak otomatis menjamin kehalalan sebuah produk karena ada tahapan-tahapan lain yang harus dilakukan sebelum kami mengeluarkan sertifikat halal,” kata Lukmanul Hakim. Namun, alat tersebut diakui cukup memudahkan auditor halal dalam menjalankan tugasnya. (***)


   |    Thursday, 31/10/2013

Ratusan Produk Halal Hadir di JIEXPO

ratusan barang konsumsi bersertifikat halal hadir di jakarta international expo (jiexpo) kemayoran jakarta. beberapa produk halal yang dipamerkan antarlain makanan, minuman, kosmetik,

Read More
   |    Monday, 28/10/2013

HAS Untuk Meningkatkan Loyalitas Konsumen Produk Halal

bogor – hari-hari padat kegiatan kini melingkupi lembaga pengkajian pangan, obat-obatan dan kosmetika (lppom) majelis ulama indonesia (mui).

Read More
   |    Friday, 25/10/2013

Halal Tidak Dapat Dinegosiasi

bogor - ketentuan halal merupakan kaidah syariah dengan prinsip-prinsip yang sudah baku dari allah (al-quran), dan rasulullah saw (al-hadits).

Read More
   |    Monday, 21/10/2013

Acara INDHEX 2013

pameran halal terbesar di indonesia akan digelar pada 30 oktober – 2 november 2013 di jakarta international expo, kemayoran, jakarta.

Read More
   |    Wednesday, 09/10/2013

Halal Menjadi 'Key Factor' Dalam Meningkatkan Pangsa Pasar

bogor - perkembangan halal, khususnya di indonesia, terus berlangsung secara progresif. bukan hanya produk konsumsusisehari-hari yang dibutuhkan

Read More
   |    Monday, 30/09/2013

Lomba Blog Halal Beauty

"ceritakan gaya makeup-mu sehari-hari yang menginspirasi orang-orang di sekitarmu dan ikuti lomba blognya. menangkan total hadiah 30 juta rupiah dan paket produk

Read More
   |    Friday, 27/09/2013

Pemberitahuan atas logo halal MUI pada Materi Promosi Herbalife

sehubungan dengan banyaknya keluhan dan pertanyaan masyarakat mengenai masih dicantumkannya logo halal mui dan sertifikat halal mui pada materi iklan, promosi serta

Read More
   |    Thursday, 26/09/2013

Masyarakat Meminta, Ada Penindakan Terhadap Pemalsuan Halal MUI

jakarta – secara bertahap, alhamdulillah, kesadaran halal umat terus meningkat waktu ke waktu. berkenaan dengan hal ini, ada banyak

Read More
   |    Monday, 23/09/2013

LPPOM JAWA TENGAH ADAKAN PELATIHAN SJH

semarang--sebanyak 25 perusahan dan 15 calon auditor kabupaten/kota se-jawa tengah mengikuti pelatihan sistem jaminan halal (sjh) yang diadakan oleh lembaga

Read More
   |    Friday, 20/09/2013

Gerakan Nasional Seruan Halal

jakarta - masalah halal ini tidak boleh main-main. jangan dianggap sebagai urusan sekunder, apalagi tersier. tapi ini merupakan urusan pokok,

Read More