Fatwa Halal MUI Semakin Diakui Dunia

Jakarta – Sertifikasi halal yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia semakin mendapatkan apresiasi di dunia internasional. Tak kurang dari 22 negara dengan 48 lembaga keislaman maupun lembaga fatwa internasional telah mengakui dan menerima fatwa halal yang telah ditetapkan oleh MUI.

 

Direktur LPPOM MUI, Ir. Lukmanul Hakim, MSi., pada kesempatan Silaturahim Syawal dan Halal Bi Halal Idul Fitri LPPOM MUI bersama Komisi Fatwa MUI, beberapa waktu lalu di Jakarta, menambahkan  bahwa dalam perkembangan terakhir, diantara negara-negara yang mengakui dan menerima fatwa halal MUI itu adalah negara-negara  di kawasan Timur Tengah, seperti Uni Emirat Arab (UEA), yang sebelumnya relatif tidak peduli dengan sertifikasi halal. “Turki, negara sekuler yang pada awalnya sangat melarang simbol-simbol yang bernuansa keagamaan/keislaman, kini juga telah mengakui sertifikasi halal MUI,” ujar Lukmanul Hakim.

 

Beberapa waktu lalu, pimpinan MUI dan LPPOM MUI diundang ke Dubai, UEA, untuk melakukan presentasi dan berdiskusi tentang aspek halal dan sertifikasi halal yang telah dilakukan oleh MUI selama ini.

 

Selain itu, sistim sertifikasi halal dan sistim jaminan halal yang ditetapkan oleh LPPOM MUI telah pula diterima dan diadopsi oleh 48 lembaga sertifikasi halal internasional, seperti lembaga-lembaga sertifikasi halal di kawasan ASEAN, Australia, Eropa bahkan juga Amerika dan Afrika. Berkenaan dengan hal ini, seperti diungkapkan Ketua MUI, H. Amidhan, MUI telah membuat daftar lembaga sertifikasi halal luar negeri yang telah diakui oleh MUI.

 

Dijelaskan lagi oleh Lukmanul Hakim, mereka memberikan apresiasi itu karena melihat kinerja MUI yang dapat menggabungkan dua apsek sains dan syariah sekaligus, sehingga menjadi sistim jaminan halal yang teruji secara ilmiah dan diperkuat dengan nash syariah dalam ranah kajian Fiqhiyyah.

 

Sebagai contoh, Lukmanul Hakim mengemukakan tentang alkohol, sebagai kandungan dominan dalam khamar, minuman yang dilarang secara tegas dengan nash syariah. Pada awalnya, para ulama mengharamkan minuman beralkohol karena dengan metode qiyash, dianalogikan atau disamakan dengan khamar. Sehingga semua alkohol pun diharamkan. Kemudian LPPOM MUI melakukan kajian serta penelitian yang intensif. Dan ternyata dapat diketahui, alkohol itu dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori utama. Yaitu pertama, alkohol yang terkandung dalam minuman khamar yang dilarang secara tegas dalam nash, kedua alkohol yang terdapat di dalam berbagai jenis buah-buahan dan makanan berkarbohidrat, seperti durian, atau bahkan juga nasi; dan ketiga, alkohol yang dibuat secara sintetik dalam proses industri dan dipergunakan untuk mencuci alat-alat hingga steril dan higinis.

 

Dengan kategorisasi tersebut, para ulama di Komisi Fatwa lalu menetapkan alkohol dalam minuman khamar diharamkan secara tegas, sesuai dengan ketentuan nash, sedangkan kandungan alkohol dalam buah-buahan seperti durian, dan makanan seperti nasi, tidak dilarang untuk dikonsumsi. Adapun alkohol sintetis boleh dipergunakan untuk mencuci alat-alat industri, yang tidak dikategorikan sebagai khamar yang bernajis. (Usm).

 


   |    Monday, 21/04/2014

LPPOM MUI Selenggarakan Pelatihan Jurnalistik

pada senin, (21 april 2014) lppom mui menyelenggarakan  pelatihan jurnalistik bagi pengurus, staf dan beberapa auditor halal di lembaga tersebut. acara yang

Read More
   |    Monday, 21/04/2014

Penyerahan hadiah Olimpiade Halal 2014

bogor - olimpiade halal tingkat sma, ma dan smk telah selesai dilaksanakan pada  24 maret 2014 kemarin. para pemenang sudah diumumkan melalui online di website lppom mui,

Read More
   |    Thursday, 17/04/2014

MUI Memperluas Cakupan Kriteria Produk Halalan Thoyyiban

bogor – menghadapi tantangan kelembagaan yang terus berkembang pesat, terutama dalam core amanah sertifikasi halal yang diemban, lembaga pengkajian pangan,

Read More
   |    Thursday, 17/04/2014

RAKORNAS LPPOM MUI DIGELAR DI GHC BOGOR

untuk meningkatkan profesionalisme dan pengokohan kelembagaan , lppom mui menyelenggarakan rapat kerja nasional (rakernas) bertempat di global halal centre, bogor. rakernas yang diikuti oleh 30

Read More
   |    Thursday, 17/04/2014

LPPOM MUI Sultra Bebaskan Biaya SH untuk UMKM

kendari – ada sebagian kalangan mengatakan, proses sertifikasi halal menyulitkan dengan biaya yang mahal. pada kenyataannya, dengan program kerjasama, lembaga

Read More
   |    Thursday, 17/04/2014

Olimpiade Halal Serentak di Wilayah Sumatera

dengan menggunakan “halo” (halal online learning) lppom mui, hari ini olimpiade halal antar smu/sederajat tingkat nasional secara serentak mulai

Read More
   |    Thursday, 17/04/2014

Sosialisasi Sertifikasi Halal Kota Batam

pemerintah kota batam bersama sejumlah lembaga dan instansi terkait melakukan sosialisasi halal dalam menyongsong penyelenggaraan mtq nasional di kota tersebut.

Read More
Usman   |    Monday, 14/04/2014

MUI Mendesak Parpol Islam Mengusung Capres Pro Halal

jakarta - para ulama di majelis ulama indonesia (mui) sangat prihatin dengan peredaran minuman keras (miras) atau khamar yang diharamkan dalam islam. begitu pula berbagai

Read More
   |    Monday, 14/04/2014

Lokakarya Nasional Produksi Obat Halal oleh ICMI

jakarta - berbagai penyakit yang menerpa manusia, membutuhkan terapi obat untuk menyembuhkannya. obat kini telah menjadi kebutuhan yang sangat vital. bahkan bisa

Read More
   |    Saturday, 12/04/2014

Instansi Pemerintah Mulai Tertarik Halal

bogor - sertifikasi halal yang pernah menjadi polemik, kini mulai menjadi perhatian, termasuk oleh sejumlah instansi pemerintah. halal tidak lagi dipandang sebagai urusan

Read More
 
1 2 3 >  Last ›