Ditetapkan, Fatwa Halal Pewarna Makmin Dari Serangga Cochineal


Setelah melalui pembahasan yang alot, mengundang pakar tentang serangga untuk mengeksplorasi informasi serta meminta penjelasan yang rinci tentang hewan jenis ini, dan diskusi yang mendalam, para ulama di Komisi Fatwa MUI dalam Sidang Pleno yang lalu pada akhirnya mencapai kata sepakat dan menetapkan fatwa halal untuk bahan-produk pewarna makanan-minuman (makmin) dari serangga Cochineal.

 

Karena beratnya permasalahan yang dibahas, Sidang Pleno tersebut dipimpin langsung oleh Ketua MUI bidang Fatwa, K.H. Ma’ruf Amin, didampingi oleh Ketua Komisi Fatwa MUI, Prof.Dr.H. Hasanuddin AF, MA., dan Direktur LPPOM MUI, Ir. Lukmanul Hakim, M.Si.

 

“Ketetapan fatwa ini merupakan hasil pembahasan yang dilakukan secara marathon, dalam tempo yang lama, sejak periode Maret 2011 yang lalu,” kata Ir. Lukmanul Hakim, M.Si., mengemuakan hasil sidang dalam perbincangan dengan Usman Effendi AS, wartawan majalah Halal dan situs Halalmui.org.

 

Dalam pembahasan para ulama itu mengemuka beberapa poin yang menjadi pertimbangan untuk menetapkan fatwa halalnya bahan dari serangga jenis ini. Diantaranya ialah mengandung nilai manfaat dan kebaikan bagi manusia, tidak berbahaya dalam mengkonsumsinya. Tidak diketahui adanya racun yang membahayakan pada serangga Cochineal, bahkan ekstrak serangga ini telah dikonsumsi sejak abad 15, terutama oleh suku Aztec dan Maya di Amerika Latin. Pertimbangan berikutnya,  darah hewan ini tidak mengalir dan dari kriterianya secara hewani, yang kemudian dibuat menjadi qiyash (analogi), serangga Cochineal ini dekat (kesamaannya) dengan belalang yang dihalalkan secara nash.

 

Perkembangan Iptek

 

Penetapan fatwa oleh para ulama di Komisi Fatwa MUI ini juga dibuat sebagai respons atas perkembangan ilmu dan teknologi (Iptek). Memang, ilmu dan teknologi (Iptek) di bidang pangan terus berkembang sangat pesat. Sehingga bahan yang semula dianggap tidak berguna, atau bahkan membahayakan, ternyata kemudian dapat dimanfaatkan untuk membuat bahan pangan. Diantaranya adalah bahan dari hewan serangga (Cochineal), yang dapat diolah menjadi bahan untuk pewarna makanan dan/ataupun minuman.

 

Bahan yang diproses untuk menjadi produk makanan maupun minuman yang banyak dipakai selama ini, bukan hanya berasal dari  bahan nabati, maupun kimiawi, tapi juga berasal dari bahan hewani, termasuk serangga. Berkenaan dengan hal ini, dalam penelaahan awal, para ulama di Komisi Fatwa (KF) MUI mengemukakan bahwa serangga sejenis Cochineal dan Carmin adalah salah satu jenis hewan yang masuk ke dalam kategori al-Hasyarat.

 

Dikemukakan pula, sebagian anggota KF berpendapat dengan membenarkan adanya pendapat ulama dari Madzhab Imam Maliki yang menghalalkan memakan al-Hasyarat itu sepanjang bermanfaat, tidak membahayakan serta disembelih sesuai dengan kaidah syariah. Namun ada pula pendapat ulama yang mengharamkan memakannya.

Sebelumnya, para ulama itu juga sama sepakat terlebih dahulu meminta penjelasan secara lebih rinci tentang masalah serangga ini, dengan mengundang tenaga ahli yang berkompetensi di bidang ini.

 

Untuk dapat menetapkan status hukumnya, “Komisi Fatwa MUI meminta penjelasan dari tenaga ahli tentang serangga,” ujar Dr.H.M. Asrorun Niam Sholeh, M.A.

 

Penjelasan dari para tenaga ahli itu sangat kita perlukan, agar mendapat pemahaman yang utuh tentang serangga itu yang sesungguhnya. Sekretaris Komisi Fatwa MUI ini menambahkan penjelasannya dalam perbincangan dengan wartawan majalah Halal dan situs Halalmui.org., setelah Sidang Komisi Fatwa, yang baru lalu itu.  Kemudian Asrorun Niam pun mengutip ayat Al-Quran yang merupakan panduan dari Allah, agar bertanya dan meminta penjelasan kepada orang yang ahli, memiliki ilmu pengetahuan: “…maka betanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.” (Q.S. An-Nahl, 16:43). (Usm).


   |    Thursday, 31/10/2013

Ratusan Produk Halal Hadir di JIEXPO

ratusan barang konsumsi bersertifikat halal hadir di jakarta international expo (jiexpo) kemayoran jakarta. beberapa produk halal yang dipamerkan antarlain makanan, minuman, kosmetik,

Read More
   |    Monday, 28/10/2013

HAS Untuk Meningkatkan Loyalitas Konsumen Produk Halal

bogor – hari-hari padat kegiatan kini melingkupi lembaga pengkajian pangan, obat-obatan dan kosmetika (lppom) majelis ulama indonesia (mui).

Read More
   |    Friday, 25/10/2013

Halal Tidak Dapat Dinegosiasi

bogor - ketentuan halal merupakan kaidah syariah dengan prinsip-prinsip yang sudah baku dari allah (al-quran), dan rasulullah saw (al-hadits).

Read More
   |    Monday, 21/10/2013

Acara INDHEX 2013

pameran halal terbesar di indonesia akan digelar pada 30 oktober – 2 november 2013 di jakarta international expo, kemayoran, jakarta.

Read More
   |    Wednesday, 09/10/2013

Halal Menjadi 'Key Factor' Dalam Meningkatkan Pangsa Pasar

bogor - perkembangan halal, khususnya di indonesia, terus berlangsung secara progresif. bukan hanya produk konsumsusisehari-hari yang dibutuhkan

Read More
   |    Monday, 30/09/2013

Lomba Blog Halal Beauty

"ceritakan gaya makeup-mu sehari-hari yang menginspirasi orang-orang di sekitarmu dan ikuti lomba blognya. menangkan total hadiah 30 juta rupiah dan paket produk

Read More
   |    Friday, 27/09/2013

Pemberitahuan atas logo halal MUI pada Materi Promosi Herbalife

sehubungan dengan banyaknya keluhan dan pertanyaan masyarakat mengenai masih dicantumkannya logo halal mui dan sertifikat halal mui pada materi iklan, promosi serta

Read More
   |    Thursday, 26/09/2013

Masyarakat Meminta, Ada Penindakan Terhadap Pemalsuan Halal MUI

jakarta – secara bertahap, alhamdulillah, kesadaran halal umat terus meningkat waktu ke waktu. berkenaan dengan hal ini, ada banyak

Read More
   |    Monday, 23/09/2013

LPPOM JAWA TENGAH ADAKAN PELATIHAN SJH

semarang--sebanyak 25 perusahan dan 15 calon auditor kabupaten/kota se-jawa tengah mengikuti pelatihan sistem jaminan halal (sjh) yang diadakan oleh lembaga

Read More
   |    Friday, 20/09/2013

Gerakan Nasional Seruan Halal

jakarta - masalah halal ini tidak boleh main-main. jangan dianggap sebagai urusan sekunder, apalagi tersier. tapi ini merupakan urusan pokok,

Read More