Info Halal

Prof. Dr. Ir. Irawadi Jamaran, PhD: Sosialisasi Halal Harus Ditingkatkan

Jakarta - Kepedulian dan pemahaman masyarakat akan produk halal kini sudah semakin meningkat. Namun, peningkatan tersebut belum sepadan dengan perkembangan teknologi di bidang pengolahan pangan, sehingga pengetahuan titik kritis haram pada makanan dan minuman di kalangan masyarakat harus terus ditingkatkan.

 

Hal tersebut disampaikan oleh anggota dewan pelaksana IPB Halal Science Center, Prof. Dr. Ir. Irawadi Jamaran, Phd., dalam diskusi yang diselenggarkan oleh Badan Pengembangan Hukum Nasional (BPHN) di Jakarta, 16 September 2011. Menurut Irawadi, perkembangan tersebut, dibandingkan beberapa tahun yang lalu, sungguh sangat menggembirakan.

 

Dulu, kata Irawadi yang diundang sebagai salah satu narasumber, pemahaman masyarakat mengenai produk halal hanya terbatas pada makanan yang tidak mengandung babi. “Padahal, dengan teknologi, babi dan turunannya itu bisa masuk ke makanan atau minuman dalam bentuk yang tidak bisa dikenali lagi, kecuali dengan melakukan penelitian. Selain itu, unsur haram pada makanan dan minuman juga bisa berasal dari bangkai, anggota tubuh manusia seperti rambut dan unsur-unsur lain yang dilarang oleh agama,” tegasnya. Oleh karena itu, kata Irawadi, agar pemahaman masyarakat terhadap masalah halal terus meningkat, LPPOM MUI beserta lembaga-lembaga terkait di bidang pangan maupun keagamaan harus terus-menerus melakukan sosialisasi dan edukasi.

 

Diskusi peningkatan peran masyarakat dalam informasi halal diselenggarakan oleh BPHN dalam rangka memberikan informasi tambahan kepada pemerintah dan DPR-RI yang tengah membahas RUU Jaminan Produk Halal. Sekretaris tim diskusi BPHN, Artiningsih, SH., MH., menegaskan bahwa informasi yang benar kepada masyarakat tentang berbagai hal berkaitan dengan halal sangat penting, karena halal bagi masyarakat muslim merupakan perintah agama yang harus ditaati. (***)


 
Artikel Lainnya

© Copyright 2014 Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia