Info Halal

Potensi Haram Di Kelezatan Sereal

Sereal menjadi makanan alternatif bagi masyarakat yang sibuk. Namun, di balik kenikmatannya harus pula diwaspadai potensi haram pada makanan ini. Apa saja?

 

Sereal pada umumnya dijadikan pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhan sarapan dalam kepadatan pagi hari sebelum bekerja, atau sore hari antara makan siang dan makan malam. Karena kandungannya yang konon kaya mineral, protein dan gizi, sereal kerap dijadikan makanan sela yang diyakini dapat menjaga badan tetap energik sepanjang hari. Makanan sereal seringkali dipromosikan sebagai penunjang kesehatan dengan memakan sarapan yang berserat tinggi.

 

Oleh karena itu, selain sereal praktis sereal juga enak disantap. Dalam penyajiannya hanya dibutuhkan mangkuk, susu cair maupun yogurt dan sereal yang sesuai selera. Bahkan, seperti dilansir oleh cosmopolitan.com sebagian orang menyukai menambahkan es batu ke dalam mangkuk serealnya.

 

Tren penambahan es batu dalam sereal akhir-akhir ini menjadi perbincangan di jagat maya. Banyak yang menganggap cara ini membuat rasa lebih enak daripada menikmatinya dengan cara yang biasa. Lalu, mereka saling membagikan pengalaman di media sosial.

 

Selain dinikmati dengan penambahan es batu, penyajian sereal panas pun bisa dilakukan. Dilansir detik.com, Fona menyebutkan bahwa hot cereal atau sereal panas kelak akan menyingkirkan kepopuleran sereal dingin. Pada penyajiannya, sereal diolah bersama air panas dan dinikmati hangat-hangat.

 

Hot cereal dianggap lebih bernutrisi dan mengenyangkan dibanding sereal dingin. Salah satu menu hot cereal yang cukup populer adalah oatmeal. Biasanya, oatmeal yang ditambahkan irisan buah atau kacang-kacangan akan menjadi tren di tahun-tahun mendatang.

 

Ada banyak jenis sereal yang selama ini lazim dikonsumsi. Menurut Blodsky.com, ada beberapa jenis sereal sehat yang baik untuk tubuh, di antaranya:

  1. Sereal gandum. Gandum adalah kelompok tanaman serelia dari suku padi-padian yang kaya akan karbohidrat dan merupakan sumber vitamin E dan serat. Bila dibandingkan dengan serealia lainnya, sereal gandum memiliki sedikit lemak, kolesterol jahat, mudah dicerna. Sereal manis ini bisa mengontrol rasa lapar untuk waktu yang lebih lama. Jadi, jika Anda sedang diet, Anda dapat makan sereal gandum untuk menurunkan berat badan dan membersihkan racun dari tubuh.
  2. Sereal oat. Oat merupakan serelia yang tumbuh di daerah beriklim subtropis dan sedang. Penjajah Belanda mengenalkan sereal ini kepada penduduk Indonesia dengan nama havermut. Sereal haver mengandung banyak vitamin dan asam folat. Anda bisa mencampurnya dengan madu dan irisan buah-buahan segar.
  3. Sereal jelai. Jelai adalah sejenis serealia untuk pakan ternak, penghasil malt, dan sebagai makanan kesehatan. Jelai sendiri termasuk dalam anggota suku padi-padian. Pasien diabetes wajib makan sereal jelai. Jelai mengontrol kadar gula darah dan kaya akan serat, asam amino, anti-oksidan dan seng.
  4. Sereal dari biji-bijian atau kacang. Ini adalah sereal sehat yang dibuat dari biji-bijian atau kacang. Sereal jenis ini mengandung banyak vitamin D, asam folat, dan serat.

 

TITIK KRITIS HARAM

Secara komposisi bahannya, sereal gandum terdiri dari dari tepung gandum dan beberapabahan lainnya yang berasal dari nabati maupun hewani. Oleh karena itu, Kepala Bidang Auditing Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM MUI), Dr. Ir. Mulyorini R. Hilwan, M.Si., mengungkapkan perlunya diwaspadai aspek kehalalan pada bahan-bahan tersebut dengan memperhatikan titik kritis keharamannya.

 

Tepung Gandum

Pada bahan tepung gandum, titik kritisnya terdapat pada fortifikasi vitamin. Di Indonesia semua tepung gandum/terigu harus diperkaya dengan vitamin (sesuai Standard Nasional Indonesia). Vitamin kritis dari sisi sumber bahan vitamin dapat berasal dari hewani, mikrobial, nabati atau sintetis.

 

Apabila vitamin tersebut berasal dari hewan, maka perlu diketahui hewan halal atau haram, dan apabila hewan halal, maka disembelih secara syari’i atau tidak. Jika vitamin berasal dari mikrobial, media pertumbuhannya perlu diperhatikan harus terbebas dari unsur najis. Selain itu, perlu diperhatikan bahan penolong dan bahan tambahannya. Untuk menjaga vitamin agar tetap stabil, maka perlu digunakan pelapis (coating).

 

Selain tepung gandum, ada pula bahan-bahan lainnya yang perlu diperhatikan titik kritis haramnya, antara lain cokelat bubuk, pasta cokelat, susu bubuk, minyak nabati, gula, ekstrak malt, emulsifier dan perisa.

 

Cokelat Bubuk

Cokelat bubuk, pada dasarnya tidak memiliki titik kritis haram apabila hanya diproses dari biji cokelat secara fisik dan tidak ditambahkan bahan lainnya. Namun, akan menjadi kritis apabila di dalamnya terdapat bahan tambahan flavor.

 

Pasta cokelat, berbahan dari cokelat bubuk, lemak cokelat dan bahan pengemulsi. Bahan pengemulsi menjadi kritis karena bisa bersumber dari minyak/lemak, apakah itu nabati atau hewani. Apabila berasal dari hewani maka perlu harus berasal hewan halal dan dengan penyembelihan secara syar’i.

 

Susu

Susu bubuk, jika dalam bentuk instant, maka biasanya ditambah bahan tambahan agar mudah larut seperti lesitin. Sumber dan bahan tambahan dalam lesitin tersebut menjadi kritis. Apabila lesitin berasal dari nabati, maka dalam proses produksinya tidak menggunakan bahan-bahan yang diharamkan. Namun, apabila berasal dari lemak hewan, maka harus dipastikan status kehalalan hewan dan penyembelihannya harus secara syar’i.

 

Minyak Nabati

Minyak nabati, dari proses pembuatannya perlu diperhatikan apakah digunakan bahan penolong yang kritis, misalnya asam sitrat untuk degumming atau arang aktif untuk decolorisasi. Asam sitrat adalah produk mikrobial yang harus diperhatikan media pertumbuhannya terbebas dari najis. Sedangkan sumber bahan decolorisasi, bisa berasal dari arang aktif, semisal dari kayu, batubara atau berasal dari tulang yang harus berasal dari hewan halal dan penyembelihan yang halal pula.

 

Gula

Gula, titik kritis haramnya adalah pada bahan-bahan penolong proses pembuatan gula. Yaitu jika digunakan enzim pada gula rafinasi yang dibuat dari raw sugar. Enzim bisa bersumber dari nabati, hewani atau mikrobial.

 

Perlu dicermati jika enzim dari hewani, apa sumber hewannya dan cara penyembelihannya. Sedangkan untuk enzim mikrobial, maka harus dipastikan media dan bahan penolong proses tidak berasal dari bahan haram dan najis.

 

Jika digunakan pemucat gula karbon aktif, maka harus dipastikan sumber bahan karbon aktifnya. Bahan karbon aktif disebut halal jika berasal dari batubara atau nabati misalnya kayu. Sedangkan jika karbon aktif dari tulang, maka harus dipastikan terlebih dahulu sumber tulangnya hewan apa dan cara penyembelihannya.

 

Pada pembuatan gula juga, kadang digunakan bahan penolong resin penukar ion. Untuk memastikannya, maka resin tidak menggunakan gelatin dari hewan haram sebagai dispersant agent.

 

Ekstrak Malt

Ekstrak malt. Apabila berasal dari nabati dan tanpa bahan tambahan, maka bahan ini tidak menjadi kritis. Namun, bisa menjadi kritis apabila pada saat mengekstrak digunakan bahan penolong enzim. Titik kritis enzim harus memperhatikan sumbernya berasal dari sumber yang halal. 

 

Emulsifier

Emulsifier lesitin nabati, menjadi kritis apabila terdapat bahan tambahan semisal enzim phospholipase. Sumber enzim dan media produksi harus diperhatikan, jika enzim tersebut berasal dari microbial.

 

Perisa

Perisa atau flavor merupakan bahan kompleks. Titik kritisnya adalah pada sumber bahan penyusun dan fasilitas produksi flavor tersebut. (YS)


 
Artikel Lainnya

© Copyright 2014 Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia