Info Halal

Sertifikat Halal MUI Lindungi Masyarakat

Bogor – Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) bersama Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI) menyelenggarakan training of trainer (ToT) mengenai produk halal untuk organisasi massa (ormas) BMOIWI, pada 27 Juli 2019 di kantor BMOIWI, Jakarta. Mengangkat tema 'Halal is My Life', ToT ini dihadiri oleh 50 peserta dari 21 ormas anggota BMOIWI.

Turut menghadiri acara tersebut Prof. Dr. Hj. Purwantiningsih, M.Si dan Lia Amalia, ST., SSi., MT dari LPPOM MUI, serta Drs. H. Sholahudin Al Aiyub, M.Si dari MUI. Ketiganya hadir sebagai pemateri. Dilansir dari Republika.co.id, dalam paparannya Drs. H. Sholahudin Al Aiyub, M.Si, Wasekjen MUI Pusat Bidang Fatwa menjelaskan mengenai “Konsep Halal Haram dalam Islam dan Ketentuan Kehalalannya Produk”.

“Yang dimaksud produk halal ialah produk makanan, minuman, kosmetika, obat-obatan, dan barang gunaan, yang bahan baku dan bahan penolongnya bukan berasal dari bahan yang dilarang oleh syariah serta proses produksinya tidak terpapar bahan yang najis,” jelasnya.

Beliau juga menegaskan, pentingnya sertifikasi produk halal, untuk mencegah dan melindungi umat Islam agar tidak mengkonsumsi makanan, minuman, dan obat-obatan, serta mengenakan kosmetika yang syubhat apalagi haram.

Ketua Presidium BMOIWI, DR. Aan Rohana menuturkan, training ini bertujuan menyiapkan para trainer agar dapat melakukan sosialisasi dan edukasi produk halal. “Banyaknya produk minuman, makanan, dan kosmetika yang tidak halal. Ditambah lagi masyarakat awam tentang halal haram, sehingga tanpa sadar mengkonsumsi produk-produk tersebut setiap hari. Maka diharapkan TOT ini menjadi salah satu solusi,” tutur DR. Aan dalam siaran pers yang diterima.

“Setelah pelatihan ini, diharapkan mereka dapat mengedukasi setiap pengurus ormas sampai ke tingkat ranting. Dan setiap pengurus nanti dapat memberikan sosialisasi lagi ke masyarakat umum, sehingga masyarakat dapat menyeleksi makanan yang akan dikonsumsi,” katanya melanjutkan.

Ia mengakui, saat ini masyarakat sulit membedakan produk halal dan haram, kecuali dengan melihat logo LPPOM MUI yang tertera di kemasan. Sementara, produk haram yang tidak terdeteksi jumlahnya sangat banyak. “Melalui TOT ini, mudah-mudahan masyarakat menjadi melek halal dan tidak sembarangan dalam memilih makanan,” ujar DR. Aan.

Mengenai acara TOT ini, Etty Pratiknyowati, peserta mewakili ormas Persaudaraan Muslimah (Salimah) menyatakan, “Salimah sebagai ormas juga menaruh perhatian besar terhadap pangan  yang halal dan baik, di antaranya dengan menghadirkan Salimah Food. Makanan halal dan insyaAllah sehat untuk keluarga Indonesia,” ujarnya. (IRJ)

 

Sumber : www.republika.co.id


 
Artikel Lainnya

© Copyright 2014 Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia