Info Halal

Resto, Katering, Dapur Halal Pendukung Wisata Halal

"Keberadaan bidang usaha restoran, katering dan dapur halal saat ini sangat strategis, terutama erat kaitannya dengan pengembangan wisata halal yang sedang digalakkan oleh pemerintah melalui kementerian pariwisata. Indonesia sangat potensial menangkap peluang ini, mengingat populasi muslim Indonesia hampir 87,18%," demikian disampaikan Wakil Direktur LPPOM MUI, Ir. Muti Arintawati, M.Si., pada pembukaan pelatihan Implementasi dan Interpretasi Sistem Jaminan Halal (SJH) di Restoran, Katering dan Dapur pada 30-31 Juli 2019 di Hotel Salak Pajajaran, Kota Bogor (30/7).

Pelatihan SJH ini merupakan kerjasama Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) dan Indonesia Halal Training and Education Center (IHATEC) yang dihadiri 49 orang dari 32 perusahaan penyedia jasa boga, baik Industri Kecil Menengah (IKM), nasional maupun multinasional.

Lebih lanjut, Muti Arintawati mengatakan peran restoran, katering dan dapur halal inilah yang menjadi strategis dalam pengembangan wisata halal Indonesia. Restoran misalnya menjadi ujung tombak. Ketika mengunjungi suatu tempat wisata, hal yang pertama dicari wisatawan muslim adalah restoran yang menyajikan makanan, minuman halal.

"Selanjutnya katering halal. Saat ini banyak biro wisata maupun travel agent yang menyediakan makanan halal bagi wisatawan. Dan dapur halal diperlukan untuk menyajikan makanan-makanan bagi restoran syariah. Oleh karenanya, maka para pelaku usaha bidang jasa boga tersebut diharapkan dapat memahami dan mengimplementasikan prosedur dan persyaratan sertifikasi halal serta menjaga konsistensinya dengan menjalankan SJH," lanjut Muti.

Kebutuhan akan halal menjadi sangat penting, karena sudah menjadi sebuah tuntutan dari masyarakat dan terlebih berdampak pada bisnis menjadi nilai tambah bagi suatu produk maupun jasa. Halal bagi masyarakat menjadi sangat sensitif. (YS)


 
Artikel Lainnya

© Copyright 2014 Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia