Info Halal

Shaburi & Kintan Buffet Terima Sertifikat Halal MUI

Dunia kuliner halal patut berbahagia. Pasalnya, deretan resto halal kembali bertambah. Pada 2 Juli 2019, Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) resmi memberikan sertifikat halal kepada Shaburi & Kintan Buffet dalam acara Press Conference Halal Certification Ceremony di Pacific Place, Jakarta. Acara ini mengundang para awak media dan influencer.

Sebelumnya, pada 22 Mei 2019, Shaburi & Kintan Buffet dinyatakan lolos semua tahapan uji halal dari LPPOM MUI. Dengan begitu, semua produk makanan dan minuman yang tersaji dapat dipertanggungjawabkan kehalalannya dari segi pemilihan bahan baku, pengolahan, sampai penyajian.

Dr. Ir. Lukmanul Hakim, M.Si, Direktur LPPOM MUI, memberikan apresiasi tinggi kepada Shaburi & Kintan Buffet karena telah melalui proses-proses yang tidak mudah, apalagi untuk restoran-restoran yang diadopsi dari luar negeri. Ia juga menekankan sertifikat halal restoran yang dikeluarkan LPPOM MUI berarti bahwa semua menu dalam restoran sudah halal dan semua outlet memiliki standar halal yang sama.

“Tren restoran asing saat ini mulai meningkat. Salah satu tantangannya, memang pada saat membuat formula produk di Jepang belum mengenal kriteria halal. Sehingga perlu dicari alternatif bahan baku atau bumbu yang tidak mengubah cita rasa. Ini bukan suatu proses yang mudah,” jelasnya.

Hal ini diakui oleh Kusnadi Rahardja, President Director of Boga Group, pemilik jaringan resto halal yang menaungi Shaburi & Kintan Buffet. Ia menyatakan bahwa proses persiapan hingga sertifikasi halal didapatkan telah memakan waktu sekitar 1,5 tahun. Waktu yang cukup lama ini menjadi bukti komitmen Shaburi & Kintan Buffet dalam mewujudkan visinya, yakni “menyediakan pengalaman bersantap yang berkesan”.

Kusnadi juga mengungkapkan bahwa keinginan dan ide untuk mensertifikasi halal muncul dari mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam. “Dengan hadirnya sertifikat halal, konsumen akan merasa aman dan nyaman saat mengonsumsi sajian di Shaburi & Kintan Buffet,” paparnya.

Sertifikasi halal juga merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UU JPH). Shaburi & Kintan Buffet menunjukkan komitmen untuk selalu patuh terhadap segala regulasi untuk memberikan kenyamanan, keamanan, keselamatan, dan kepastian ketersediaan produk halal.

Matsufuji Shinicirou, President Director of PT Inovasi Kuliner Indonesia, Principal Brand Shaburi & Kintan Buffet, juga mengungkapkan kegembiraan atas sertifikasi halal yang didapatkan Shaburi & Kintan Buffet. Ia mengharapkan, ini menjadi langkah untuk semakin memuaskan konsumen dengan menyediakan produk yang berkualitas dan halal serta konsep makan yang berbeda dari resto lainnya.

Noni Anisah Ramadhani, salah satu public figure yang akrab disapa Donita, turut berbahagia atas tercapainya sertifikasi halal ini. Sebagai konsumen muslim, ia sangat menekankan pentingnya konsumsi produk halal. “Dengan adanya sertifikat halal ini semakin menambah keyakinan dan kenyamanan saya untuk mengajak keluarga saya makan di resto ini,” ungkapnya. Dalam kesempatan ini, Donita juga mencoba scan QR Code resto Shaburi & Kintan Buffet. Ia mengakui, teknologi ini sangat memudahkan konsumen dalam mengecek kehalalan suatu resto.

Selain Shaburi & Kintan Buffet, Boga Grup juga menaungi 14 merek lainnya. Pepper Lunch dan Kimukatsu adalah dua resto di bawah Boga Grup yang juga sudah mengantongi sertifikasi halal. Setiap resto memiliki keunikan konsep masing-masing.

Shaburi & Kintan Buffet merupakan salah satu restoran shabu-shabu dan yakiniku berkonsep all you can eat yang berasal dari Jepang. Yang berbeda dengan restoran lainnya, Shaburi memberikan layanan one pot style agar konsumen dapat menikmati shabu-shabu sesuai selera, sementara Kintan Buffet memberikan menyediakan teknologi smoke-less roaster.

Hingga hari ini, Shaburi & Kintan Buffet sudah berkembang dan memiliki 59 outlet yang tersebar di beberapa kota besar di Indonesia, di antaranya Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Bali, Medan, Makassar, Batam. Serta di beberapa negara, yakni Singapura, Kamboja, Taiwan, dan Filipina.


 
Artikel Lainnya

© Copyright 2014 Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia