Info Halal

Mengenal Siwak Pada Pasta Gigi Sasha

Dr. Ir. Lukmanul Hakim, M.Si, Direktur LPPOM MUI menghadiri undangan diskusi dengan media yang diselenggarakan oleh PT Kino Indonesia Tbk. Kegiatan yang bertema "Pasta Gigi Sasha, Lebih dari Sekadar Halal" ini diselenggarakan pada 9 Mei 2019 di Apiary Co-working Space, Kuningan, Jakarta.

Pada kesempatan ini, PT Kino Indonesia Tbk mengumumkan bahwa produk pasta gigi Sasha patut menjadi pilihan bagi masyarakat muslim. Selain karena telah mengantongi sertifikat halal sejak beberapa tahun lalu, Sasha mengandung siwak yang terkenal menjadi salah satu sunnah Rasul.

Menurut Lukmanul Hakim, ada tiga hal yang menjadi fokus dalam proses sertifikasi halal. Pertama, bahan yang terkandung dalam produk bebas dari hal-hal haram. Kedua, proses produksi tidak terkontaminasi bahan-bahan haram. Ketiga, proses produksi terus konsisten. "Ketiga hal ini dijaga dengan Sistem Jaminan Halal. Sasha sudah memenuhi ketiga hal tersebut. Ini merupakan komitmen luar biasa untuk memproduksi produk pasta gigi yang halal," ujarnya.

Lebih dari itu, pasta gigi Sasha dinyatakan sudah empat kali berturut-turut mendapatkan grade A dalam Sistem Jaminan Halal (SJH). Atas prestasinya, PT Kino Indonesia Tbk berhasil mendapatkan sertifikat SJH.

Lukmanul Hakim menekankan bahwa semua proses sertifikasi halal dilakukan secara objektif. "Halal merupakan suatu hal yang perlu kesungguhan. Saya hanya menerima hasilnya saja. Jadi, tidak ada intervensi. Semoga pencapaian PT Kino Indonesia Tbk ini dapat menjadi contoh bagi industri halal," ungkap Lukmanul Hakim.

Selain Lukmanul Hakim, hadir juga sebagai pembicara yaitu Ketua Umum BKMT Indonesia Syifa Fauzia dan perwakilan dari Pasta Gigi Sasha Danti Nastiti. 

Syifa Fauzia yang juga bertindak sebagai brand ambassador Sasha mengungkapkan harapannya agar muslim di Indonesia dapat mengonsumsi produk-produk yang jelas kehalalannya. "Sebagai umat Islam, kita pengin semua produk yang kita gunakan halal. Bukan sekadar tagline, tapi memang sudah dibuktikan dengan adanya label halal pada produk. Bagi saya, ini sudah cukup menjadi jaminan kehalalan suatu produk," paparnya.

Sementara itu, Danti Nastiti juga menjelaskan bahwa pihak perusahaan juga menjamin produk Sasha halal, baik itu dilihat dari hulu hingga hilirnya. Ia juga optimis pasta gigi Sasha dapat menjadi pilihan muslim Indonesia. Hal ini karena keunikan yang dimiliki produk pasta gigi tersebut, yakni mengandung siwak.

Sejak zaman Rasulullah, siwak dikenal menjadi salah satu sunnah rasul. Setelah dikaji lebih jauh, siwak memiliki banyak manfaat. Salah satunya mengandung zat antibakterial yang bermanfaat bagi kesehatan gigi dan mulut. "Kami semakin yakin dengan penambahan siwak dalam pasta gigi ini, karena selain memiliki banyak manfaat, juga menekankan pada faktor spiritual penggunanya," jelas Danti.

Syifa Fauzia juga mengungkapkan bahwa dengan menggunakan pasta gigi Sasha, ia merasa sudah melaksanakan sunnah Rasul karena ada kandungan siwak di dalamnya. "Manfaat yang banyak ini membuat kita sebagai muslim tidak perlu berpikir ulang untuk menggunakan Sasha sebagai pilihan pasta gigi kita," ungkapnya. (YN)


 
Artikel Lainnya

© Copyright 2014 Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia