Info Halal

LPPOM MUI Hadiri ToT Di ITB

Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) turut berkontribusi dalam kegiatan Training of Trainer Pegiat Halal pada 27-28 April 2019 di Auditorium IPTEKS CC Timur, Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung. Kegiatan yang merupakan buah hasil kerja sama dari Pusat Halal Salman ITB, Pusat Kajian Halal ITB, dan Teman Halal Bandung ini bertujuan membangun wawasan terkait halal lifestyle yang aplikatif dengan pendekatan halal industri.

Ini merupakan salah satu bentuk kontribusi dan kepedulian ITB terhadap UMKM atas pemberlakuan Undang-Undang Jaminan Produk Halal (UU JPH). Prof. Ir. Yazid Bindar, M.Sc., Ph.D., Ketua Pusat Kajian Halal ITB, mengungkapkan bahwa ke depannya kerja sama ketiga lembaga bersama LPPOM MUI diharapkan dapat memudahkan pelaku UMKM untuk mendapat sertifikasi halal.

Dari segi sains, Pusat Kajian Halal ITB yang baru terbentuk pada 2016 lalu diharapkan dapat melahirkan produk-produk baru sebagai alternatif produk belum tersertifikasi halal yang beredar di masyarakat. Sementara itu, Pusat Halal Salman ITB dan Teman Halal Bandung dapat fokus dalam sosialisasi, edukasi, dan publikasi terkait halal di masyarakat umum.

“Sampai saat ini, Pusat Kajian Halal ITB sedang menjalankan beberapa penelitian, namun belum sampai ke produk akhir. Sementara Pusat Halal Salman ITB dan Teman Halal Bandung sedang fokus terhadap penghimpunan SDM dalam bentuk kajian-kajian halal,” jelas Yazid Bindar.

Hal ini tentu mendapatkan respons yang sangat baik dari LPPOM MUI. Lia Amalia, ST., SS., MT, Kepala Bidang Sosialisasi dan Edukasi Halal LPPOM MUI, mengungkapkan bahwa diharapkan setelah mengikuti Training of Trainer (ToT) ini, peserta yang hadir dapat turut serta terjun menjadi volunter atau konsultan untuk mendampingi UMKM.

Pendampingan tersebut utamanya dalam proses sertifikasi halal secara online karena saat ini LPPOM MUI sudah menerapkan sistem Cerol dalam setiap proses sertifikasi halal. “Mudah-mudahan ini bisa menjadi amalan kita. Saya tunggu kerja sama Teman Halal Bandung dengan LPPOM MUI selanjutnya. Saya juga berharap, ini menjadi langkah agar bisa segera mewujudkan Bandung sebagai Kota Halal,” ujar Lia Amalia.

Dalam kegiatan ini, tepatnya pada hari kedua, Lia Amalia menyampaikan materi "Titik Kritis Kehalalan Pangan dan Obat-obatan". Ia mengungkapkan bahwa LPPOM MUI mengangkat hukum benda sebagai dasar penetapan proses sertifikasi halal. “Hukum halal/haram dalam Islam dapat dilihat dari perbuatan dan benda. Kita mengambil hukum benda sebagai dasar sertifikasi halal. Artinya, kita melihat bagaimana benda dan fasilitas dalam produksi produk,” jelas Lia Amalia.

Pada hari yang sama, Prof. Dr. Slamet Ibrahim, DEA., Apt. salah satu guru besar Sekolah Farmasi ITB, yang juga selaku Ketua Halal Center Salman ITB, memaparkan materi “Konsep Halal Haram dalam Al-Qur’an dan Perkembangan Halal di Indonesia”.

Tak hanya terkait penetapan hukum halal/haram, kegiatan ini juga membahas gaya hidup halal dari beragam sektor. Pada hari sebelumnya, acara ini mengundang tiga pembicara, yaitu: M. Iwan Kurniawan, CEO visit-halal.com, membahas gaya hidup halal di sektor media; Ir. Budi Faisal, MAUD., MLA., Ph.D., Manajer Pariwisata Halal P2PAR ITB, membahas sektor pariwisata; sementara Dr. (H.C.) Nurhayati Subakat, APT., CEO PT Paragon Technology & Innovation, membahas sektor kosmetik. (YN)


 
Artikel Lainnya

© Copyright 2014 Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia