Info Halal

Ketentuan Halal Tidak Boleh Diintervensi

Jakarta – Penetapan halal harus mengikuti kaidah syariah. Dilakukan oleh para ulama yang memiliki otoritas, sebagai fatwa. Dalam konteks kita di Indonesia penetapan Fatwa Halal itu oleh Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), dengan para anggota ulama yang memiliki kompetensi mumpuni di bidang syariah. Demikian dikemukakan Dr. Ir. Lukmanul Hakim, M.Si., Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), dalam sambutannya pada rangkaian acara menyambut Ramadhan yang diselenggarakan oleh PT Unilever Indonesia Tbk., pada 26 April 2019 lalu di Jakarta.

Selanjutnya, Direktur LPPOM MUI ini menambahkan, “Penetapan Fatwa Halal itu bersifat independen. Tidak boleh diintervensi oleh pihak manapun. Baik karena kepentingan politik, perdagangan maupun ekonomi, dan lain-lain,” tandasnya dalam acara dengan tema “Pepsodent Herbal Sahur Amal 2019; Mulut Adem, Hati Adem”.

 

Penetapan Fatwa oleh Para Ulama

Oleh karena itu, jelasnya lagi, penetapan fatwa halal itu harus oleh para ulama, yang dalam konteks kita di Indonesia adalah para ulama yang mumpuni dan berhimpun di Komisi Fatwa MUI. Sebab, kalau penetapan fatwa oleh pemerintah, misalnya, sangat dikhawatirkan akan dipengaruhi oleh hubungan-hubungan diplomatik antar negara, yang bersifat bilateral maupun multilateral. Akibatnya, ketentuan halal tidak lagi independen, sesuai dengan kaidah syariah. Dalam aspek perdagangan internasional, misalnya, bila dianggap melanggar kesepakatan antar negara, niscaya dapat diadukan ke sidang WTO, umpamanya. Sehingga, jika demikian, ketentuan halal pun niscaya akan dapat diintervensi karena kepentingan perdagangan internasional.

Apalagi kini, sesuai dengan ketetapan Undang-undang Jaminan Produk Halal (UU JPH), pada waktunya, ketentuan halal akan menjadi mandatory. Dengan undang-undang tersebut berarti ketentuan halal di Indonesia mendapat pemerkuatan yang legal. Dan MUI dengan lembaga fatwanya sebagai Shodiqul-Hukumah, mitra bagi pemerintah, bersama-sama menjamin dan melindungi umat Islam Indonesia dari konsumsi produk-produk yang tidak jelas kehalalannya. Hal ini sekaligus juga sebagai implementasi dari amanah yang telah ditetapkan di dalam Konstitusi.

Lebih lanjut lagi, pimpinan LPPOM MUI ini juga mengapresiasi inisiatif Pepsodent Herbal yang turut mengedukasi masyarakat akan pentingnya menggunakan pasta gigi yang baik dan telah memiliki Sertifikat Halal dari MUI. Terlebih lagi di bulan suci Ramadhan yang segera menjelang.

Edukasi halal kepada masyarakat yang dilakukan oleh Pepsodent telah pula mendapatkan apresiasi khusus dari LPPOM MUI dalam bentuk anugereah “Halal Award” yang diberikan kepada Pepsodent di tahun 2014 dan 2018. Pepsodent juga termasuk kategori pasta gigi pertama yang mendapat Sertifikat Halal dari MUI.

 

Program Pepsodent Herbal Sahur Amal 2019

Berbagi kebaikan dengan program “Pepsodent Herbal Sahur Amal 2019” dapat dilakukan dengan mudah. Yakni untuk setiap pembelian Pepsodent  Herbal 190 gr kemasan khusus Ramadhan, maka otomatis konsumen telah ikut berkontribusi dalam mempersiapkan paket Sahur Ramadhan yang akan didistribusikan kepada anak-anak yatim piatu.

“Program Pepsodent Herbal Sahur Amal” ini telah menjadi program rutin yang diselenggarakan sejak tahun 2013. Hingga kini telah membagikan ratusan ribu paket sahur kepada anak-anak yatim piatu yang mebutuhkan,” tutur Distya Tarworo Endri, Senior Brand Manager Pepsodent.

Program ini, jelasnya lagi, sejalan dengan Unilever Sustainable Living Plan, dimana  pihak perusahaan secara berkelanjutan berkomitmen untuk memberikan dampak positif secara sosial dan lingkungan. Unilever Indonesia juga memiliki komitmen untuk memberikan pengalaman terbaik selama menjalani rutinitas bulan suci Ramadhan kepada seluruh masyarakat melalui rangkaian program yang diselenggarakan.

Selama program ini berlangsung, Pepsodent juga akan melibatkan sejumlah sosok inspirasional untuk membangkitkan semangat anak-anak yatim piatu dalam berpuasa, beribadan dan berbuat kebaikan, lebih khusus lagi selama bulan suci Ramadhan. (USM)

 


 
Artikel Lainnya

© Copyright 2014 Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia