Info Halal

Resto Indonesia Di Taiwan Urus Sertifikat Halal MUI

Pelatihan Sistem Jaminan Halal (SJH) telah dilaksanakan di Taipei, Taiwan pada tanggal 7 - 8 Maret 2019. Acara yang terlaksana atas kerjasama antara Sincung Halal for Taiwan dan IHATEC diikuti oleh 47 peserta yang berasal dari Taiwan.

Menariknya, dari 47 peserta, 2 peserta merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang saat ini menetap dan membuka restoran di Taiwan. Masing-masing bernama Aryani dan Nur Laela. Keduanya membuka usaha restoran dengan masakan dan citarasa Indonesia.

Tingginya permintaan masakan halal serta banyaknya WNI yang ada di Taiwan membuat mereka memutuskan untuk membuka restoran Indonesia yang halal. Meskipun ada lembaga sertifikasi lokal yang menyediakan jasa sertifikasi halal, namun mereka memutuskan untuk bisa disertifikasi halal oleh MUI. "Orang Indonesia (yang ada di Taiwan-red) sudah lebih familiar dengan logo halal MUI dibandingkan dengan logo halal sertifikasi lokal, sehingga jika (restorannya) disertifikasi MUI maka akan dirasa lebih bermanfaat untuk semua muslim di Taiwan, khususnya WNI," ungkap Nur Laela.

"Sincung Halal for Taiwan mengenalkan kami dengan sertifikasi MUI. Ditambah dengan pelatihan ini, kami semakin memahami bagaimana pentingnya sertifikasi halal dan proses sertifikasi halal MUI itu sendiri," lanjutnya.

Pelatihan SJH di Taiwan sudah dilaksanakan tiga kali sejak tahun 2018. Sebanyak 118 orang dari 69 perusahaan telah mengikuti dan lulus pelatihan SJH ini dari tahun 2018 hingga sekarang. (ROC)


 
Artikel Lainnya

© Copyright 2014 Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia