Info Halal

Peletakan Batu Pertama Menara MUI

Jakarta (26/7) - Pada Tasyakur Milad Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke-43, Kemandirian Umat menjadi pokok dalam menggerakkan ekonomi umat. Hal ini merupakan amanat dari Munas MUI pada 2015 silam dan pesan kuat dari Kongres Ekonomi Umat, dengan Tema Arus Baru Ekonomi Indonesia.

 

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, maka MUI melalui Lembaga Wakaf MUI akan membangun Menara MUI. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Presiden RI, Joko Widodo dan Ketua Umum MUI, KH. Ma’ruf Amin pada Kamis (26/7).

 

Ketua Bidang Ekonomi MUI, Dr. Lukmanul Hakim, mengatakan bahwa pembangunan ini merupakan bentuk azam (tekad) dan gerakan awal MUI untuk mandiri dan dana pembangunannya pun sudah siap seratus persen.

 

“MUI membeli menara ini dengan dana yang berasal dari wakaf, infak, sedekah, dan skema reksadana syariah. “Pembangunan ditargetkan selesai sebelum Munas MUI 2020. Insya Allah Munas MUI nanti sudah bisa dilaksanakan di Menara MUI,” ujar Lukmanul Hakim.

 

Menara MUI adalah gedung perkantoran modern yang dibangun dalam kawasan terintegrasi Eureka Township. Kawasan Niaga terpadu ini dikembangkan di atas lahan 18 Ha, terdiri perkantoran, apartemen, pusat kuliner, pusat perbelanjaan, hotel, convention center, dan fasilitas penunjang lainnya.

 

Pada acara tersebut juga diserahkan sertifikat Wakif kepada lembaga dan perusahaan yang telah berkomitmen dalam pembangunan Menara MUI tersebut. Salah satunya adalah Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).

 

Demi kemaslahan umat dan kemajuan dakwah Islam, LPPOM MUI menjadi salah satu Wakif. Direktur LPPOM MUI, Dr. Lukmanul Hakim, M.Si., secara langsung menerima sertifikat Wakif yang diserahkan oleh Presiden RI, Joko Widodo didampingi Ketua Umum MUI, KH. Ma’ruf Amin.

 

Selain sebagai kantor mandiri MUI, Menara MUI juga dikembangkan secara produktif untuk perkantoran komersial, sentra kuliner halal, dan pusat bisnis syariah. ***


 
Artikel Lainnya

© Copyright 2014 Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia