Info Halal

Kiprah LPPOM MUI Kian Dibutuhkan

Bogor -  “Kami sangat bersyukur dengan kiprah dan perkembangan LPPOM MUI yang terus melaju dengan pesat. Namun kami perlu terus menyegarkan dan mengingatkan agar para pengurus dan staf maupun karyawan LPPOM MUI sebagai tim work harus kompak dan solid terutama dalam menghadapi berbagai tantangan yang mengemuka,” ujar Dewan Pembina LPPOM MUI, Prof. Dr. Ir. Tun Tedja Irawadi, MS., dalam sambutannya pada acara Silaturahim Syawal keluarga besar LPPOM MUI, yang lazim disebut Halal bi Halal pada 24 Juni 2018 di Global Halal Center, Kantor Pusat LPPOM MUI di Bogor.

 

Lebih lanjut, Guru Besar IPB ini juga mengingatkan agar selalu menghidupkan iklim “Tawaashow bil haq, tawaashow bish-shobr”, yang telah diamanatkan di dalam Al-Quran. Yakni saling mengingatkan dalam kebenaran, dan terus saling mengingatkan dengan penuh kesabaran. Sehingga lembaga umat di bawah MUI ini dapat terus berkembang melayani umat, terutama di bidang sertifikasi halal, sosialisasi maupun edukasinya yang sangat dibutuhkan masyarakat secara umum.

 

Sedangkan Direktur LPPOM MUI  Dr. Ir. Lukmanul Hakim, M.Si., dalam sambutannya mengemukakan, dalam perjalanan dan perkembangan selama ini, tampak dan terasa bertapa LPPOM MUI kian dibutuhkan oleh masyarakat luas. Kiprah LPPOM MUI yang melakukan proses sertifikasi halal bukan hanya dibutuhkan oleh pihak perusahaan untuk memperoleh Sertifikat Halal agar produk yang dihasikannya dapat diterima masyarakat luas. Tetapi juga dibutuhkan oleh umat Muslim secara global, agar dapat mengkonsumsi produk yang terjamin kehalalannya sesuai dengan kaidah syariah.

 

 

Memiliki Kekuatan Legal Formal

 

“Selain itu, LPPOM MUI dibutuhkan pula oleh kalangan konsumen secara umum, karena produk halal itu terbukti aman dan menyehatkan secara medis. Bahkan LPPOM MUI juga dibutuhkan serta menjadi kajian para pakar tatanegara dan ahli hukum serta perundang-undangan. Terlebih lagi sejak Undang-undang tentang Jaminan Produk Halal (JPH) ditetapkan oleh DPR. Dalam UU tersebut, kaidah halal ditetapkan dan mendapat pemerkuatan secara legal formal. Bahkan kelembagaan MUI juga disebutkan secara khusus di dalam UU tersebut, dengan kekuatan hukum formal yang valid.

 

Lebih lanjut lagi, pimpinan LPPOM MUI itu juga menjelaskan bahwa lembaga umat ini dibutuhkan dalam perdagangan internasional. Karena produk pangan khususnya, yang akan diimpor ke Indonesia harus memiliki Sertifikat Halal dari MUI maupun lembaga-lembaga sertifikasi halal yang diakui oleh MUI. Demikian pula sebaliknya, produk konsumsi dari Indonesia yang memiliki Sertifikat Halal MUI lebih dipercaya dan diterima oleh masyarakat konsumen mancanegara. Bahkan juga beberapa negara di Timur Tengah telah mulai banyak yang belajar tentang proses sertifikasi halal kepada LPPOM MUI. Apalagi berbagai produk konsumsi yang diimpor dari negara-negara Eropa namun ternyata belum memiliki sertifikat halal banyak  beredar di Tanah Haram, sekitaran Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi di Makkah dan Madinah. Sehingga mereka pun mulai menyadari tentang urgensi sertifikasi halal ini.

 

Maka jelas, “Kita di LPPOM MUI harus menjaga kepercayaan masyarakat luas ini dengan kiprah yang profesional, transparan dan akuntabel,” tuturnya lagi.

 

Selain itu, tentu harus pula terus belajar dan berupaya mengembangkan sistim sertifikasi halal maupun sistim jaminan halal yang terbukti sangat dibutuhkan secara global. (Usm).

 


 
Artikel Lainnya

© Copyright 2014 Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia