Info Halal

Halal Cooking Competition 2017 Oleh LPPOM MUI

Jakarta – Dalam rangkaian acara Indhex 2017, LPPOM MUI menyelenggarakan agenda spesial, Halal Cooking Competition 2017, pada 17 Nopember 2017 di Jakarta. Kompetisi ini diikuti oleh kalangan SMK, Baking School, Praktisi kuliner, dan masyarakat umum lainnya.

 

Ketua Panitia yang juga merupakan Kepala Bidang Sosialisasi dan Promosi Halal LPPOM MUI, Lia Amalia, ST., SSi., MT mengemukakan, terdapat 60 peserta dari 90 peserta yang telah lolos pada babak final yang berlangsung meriah.

 

“Setelah melalui proses penilaian yang cermat, terpilih delapan pemenang dalam Halal Cooking Competition ini. Diantaranya adalah lima pemenang hadiah hiburan yang menyajikan menu dimsum dan kulit pangsit ubi, Pastry Pelangi, cream bruile sweet potatoe, burger ubi gulai tenggiri, dan pempek ubi. Masing-masing pemenang meraih merchandise dari APP Sinarmas dan Wardah,” ujarnya.

 

Sedangkan pemenang pertama diraih oleh tim nomor 29 dengan menu cake ubi berselimut moci. Juara kedua diboyong oleh tim nomor 30 yang menyajikan menu keranjang buah ubi merah. Di posisi ketiga diperoleh tim nomor 9 dengan menu makarel ubi panggang.

 

Masing-masing pemenang mendapat hadiah uang tunai, juara satu sebesar Rp 2.500.000, juara dua sebesar Rp 2.000.000, dan juara tiga sebesar Rp 1.500.000. Mereka juga mendapatkan merchandise dari Wardah dan Total Almira.

 

Berbahan Dasar Ubi

 

Masakan yang berbahan dasar ubi, ia menambahkan, adalah hal yang wajib disajikan oleh para tim peserta yang maksimal beranggotakan lima orang. Selain itu untuk memastikan bahan yang digunakan halal dan thayyib, para peserta juga wajib membawa resep dan sertifikat halal untuk penggunaan bahan-bahan yang termasuk dalam kategori kritis.

 

Agenda Halal Cooking Competition? ini merupakan salah satu bentuk program sosialisasi dan promosi makanan halal dan thayyib pada masyarakat. Acara yang diadakan oleh LPPOM MUI bekerja sama dengan Asosiasi Chef Halal Indonesia ini juga bertujuan untuk menggali kreatifitas dan inovasi masyarakat dalam mengolah makanan yang ada di sekitar, terutamanya dengan bahan Ubi, yang diolah menjadi produk kuliner yang enak, unik, menarik, serta tentu saja halal.

 

Ubi merupakan bahan makanan yang mudah ditemukan di Indonesia. Selain itu harga bahan makanan ini juga sangat terjangkau oleh masyarakat secara umum. Namun bahan nabati alami ini memiliki kandungan nutrisi yang sangat bernilai. Seperti vitamin A, C dan E, Beta karoten, magnesium, kalium. Juga kaya akan oksidan.

 

Halal dan thayyib tentu merupakan kriteria utama dalam kompetisi ini. Berikutnya, aspek kreatifitas, penyajian, rasa, waktu, budget, kebersihan dan kekompakan tim juga merupakan unsur yang dinilai oleh tim juri. Tak tanggung-tanggung, tiga dewan juri pun dihadirkan untuk menilai. Yaitu Wakil Direktur LPPOM MUI Ir.Hj. Osmena Gunawan; Praktisi Kuliner, Ipung Martadji; dan Chef Muso dari Asosiasi Chef Halal Indonesia.

 

Diharapkan dengan adanya acara ini, animo masyarakat dalam mengolah dan mengonsumsi makanan halal dengan bahan lokal akan dapat meningkat secara progresif. (Ulfie, Usm).

 


 
Artikel Lainnya

© Copyright 2014 Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia