Info Halal

Pelatihan Halal Di Ujung Timur Indonesia

Papua - Pelatihan Sistem Jaminan Halal (SJH) dan Calon Auditor Halal Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesa (LPPOM MUI) Papua yang digelar di hotel Grand Talent, beberapa waktu lalu berlangsung sukses. Acara tersebut dihadiri oleh 10 orang peserta dari Auditor Halal Internal perusahaan dan 13 Calon Auditor Halal.

 

Materi  pelatihan disampaikan pembicara dari LPPOM MUI Pusat, Aang Ahyarudin. Para peserta terlihat antusias dalam mengikuti materi tersebut. Pelatihan ini sangat penting untuk memahami persyaratan yang tertuang dalam HAS 23000.

 

Dalam sambutannya, Ketua Umum MUI Provinsi Papua, KH. Syaiful Muslim Al-Fayaghi, mengatakan  bahwa pelatihan SJH ini sesuatu yang sangat penting bagi MUI, karena MUI merupakan lembaga yang berperan sebagai khadimul ummah  (pelayan umat) dalam hal memberikan jaminan halal bagi umat Islam.

 

“Peneraptan SJH ini bukan hanya di level nasional saja, tapi juga sudah level internasional. Sertifikat halal bagi suatu produk sangat penting. Hal ini berdasarkan perintah Allah dalam kitab Suci Al-Qur’an tentang perintah memakan halal dan baik (halalan Thoyyiban) serta larangan memakan yang haram, contohnya daging babi dan turunannya, bangkai, daging anjing dan hasil dari hewan yang disembelih tanpa menyebut nama ALLAH”, lanjut Syaiful.

 

Selain itu, Syaiful juga menambahkan sertifikasi halal di Indonesia telah diamanahkan dalam Undang Undang No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Sertifikasi halal merupakan bentuk dari toleransi umat agama lain akan hak dan kebutuhan umat Islam dalam mengamalkan ajarannya.

 

Jalannya Pelatihan

Selama 2 hari pelatihan, Auditor Halal Internal Perusahaan dan Calon Auditor Halal LPPOM MUI Papua diberikan pemahaman mengenai persyaratan sertifikasi halal HAS 23000. Materi HAS 23000 terbagi menjadi 2 yaitu : Kriteria Sistem Jaminan Halal (HAS23000 : 1), Kebijakan dan Prosedur Sertifikasi Halal (HAS23000:2). Dalam sertifikasi halal, perusahaan memiliki tanggung jawab untuk menjaga kehalalan produknya secara konsisten dengan kewajiban menerapkan Sistem Jaminan Halal berdasarkan 11 kriteria SJH yaitu Kebijakan Halal, Tim Manajemen Halal, Pelatihan, Bahan, Produk, Fasilitas, Prosedur Tertulis Aktivitas Kritis, Kemampuan Telusur, Penanganan Produk diluar kriteria, Audit Internal dan Kaji Ulang Manajemen. Hal ini dikarenakan LPPOM MUI sebagai lembaga eksternal yang melakukan audit ke perusahaan dalam rangka mendapatkan sertifikat halal. Audit setidaknya dilakukan minimal satu kali selama 2 tahun masa berlaku Sertifikat Halalnya.

 

Bagi calon auditor halal dibekali materi kode etik auditor, karena auditor merupakan sebuah profesi. Selain itu, auditor halal memiliki peran sebagai wakil dan saksi bagi ulama yang memiliki kewenangan dalam memutuskan halal dan haramnya suatu produk. Kode etik menjadi benteng bagi auditor supaya terus bekerja dengan jujur dan adil, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap MUI dan LPPOM MUI terus terjaga.

 

Sebagai informasi : bagi perusahaan yang ada di Provinsi Papua dapat melakukan pendaftaran sertifikasi halal ke LPPOM MUI Papua yang beralamat di Jln.Geriliyawan No. 53 A, Depan Masjid Agung As-Sholihin Abepura Jayapura atau menghubungi Abdul Qodir, S.Kom, Sekretaris LPPOM MUI Papua di nomor Hp. 081344444099.  

 

Adapun nama peserta dan perusahaan yang mengikuti pelatihan SJH sebagai berikut : PT. Alam Indah, PT. Arlindo Sentani, Keripik Manalagi, PT. Matahari Putra Prima Tbk Jayapura, PT. Achatina Meridien, CV. Tirta Alam Jaya, PT. Angkasa Gita Sarana, Meet-O Ice Tube, PT. Matahari Putra Prima Tbk Tanah Hitam, dan Manokwari bakery. (AA)


 
Artikel Lainnya

© Copyright 2014 Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia