Info Halal

LPPOM MUI Serahkan Status SJH Kepada PT. YCH Indonesia

Bogor – Kesadaran akan halal semakin tumbuh, dewasa ini bukan hanya produk, tapi juga jalur distribusi dari hulu sampai hilir harus diperhatikan. Logistik berperan penting dalam distribusi ini, dimana seluruh aktivitas pergerakan-penyimpanan (move store), aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan titik-titik pengumpulan/ asal (point of acquisition) dan titik-titik konsumsi/ tujuan (point of consumption) harus tetap terjaga kehalalannya.

 

Dalam menjamin proses logistrik senantiasa halal, maka diperlukan adanya Sistem Jaminan Halal (SJH) yang dipenuhi oleh perusahaan penyedia jasa logistik, salah satunya PT. YCH Indonesia yang telah menerima status SJH dengan predikat A dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) untuk kedua kalinya sejak 2015, Rabu, (13/9).

 

Wakil Direktur LPPOM MUI, Ir. Osmena Gunawa dalam sambutannya memberikan apresiasi yang tinggi untuk PT. YCH Indonesia yang menjadi salah satu pencetus adanya penerapan SJH di perusahaan logistik. Hal ini sangat penting dalam rangka menjaga rantai pasok produk halal dari hulu hingga konsumen akhir, sehingga masyarakat menjadi aman dalam mengkonsumsi produk halal tersebut.

 

“Proses screening awal hingga pendistribusian ke perusahaan-perusahaan klien, perlu dipastikan telah memenuhi standar dan prosedur SJH. Hal ini dilakukan untuk benar-benar menjaga produk halal tetap terjaga dari kontaminasi yang dapat merubah status produk tersebut menjadi haram. Ini dilakukan atas dasar komitmen dan kepercayaan,” lanjut Osmena.

 

Senada dengan Osmena, Wakil Direktur LPPOM MUI juga, Ir. Sumunar Jati mengatakan bahwa dalam penerapannya, status SJH ini perlu dilakukan sertifikasi di seluruh cabang, dan dengan syarat bahwa cabang tersebut mempunyai proses bisnis yang sama antara satu dengan yang lainnya. Dalam prosesnya bisa dilakukan secara bertahap.

 

“Penerapan SJH ini sangat penting dan harus diberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Saat ini logistik yang halal menjadi sebuah tren dan kebutuhan, karena dapat menjadikan nilai tambah dari suatu produk,” lanjut Sumunar Jati.

 

Sementara itu, ketua Tim Manajemen Halal yang juga menjabat sebagai HR & GA Manager PT. YCH Indonesia, Muhammad Abdul Almuttaqin, mengatakan bahwa jaminan halal dalam logistik mempunyai prospek market yang tinggi secara syariah dan segi bisnisnya. Oleh karenanya, selain dapat melindungi umat dari produk-produk belum tentu halal, juga dapat meningkatkan nilai bisnis suatu produk.

 

“Dengan pertimbangan tersebut, maka perusahaan kami akan terus memenuhi persyaratan SJH di seluruh cabang yang ada di Indonesia,” lanjut Abduh.  (***)


 
Artikel Lainnya

© Copyright 2014 Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia