Info Halal

TOT Kader Dakwah Halal LPPOM MUI – DPP Al-Ittihadiyah

Bogor - Dewan Pimpinan Pusat Muslimat Al-Ittihadiyah bekerjasama dengan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) menyelenggarakan Training of Trainer (TOT) atau training bagi para pelatih Kader Dakwah Halal, 27 Agustus 2017, di Kantor LPPOM MUI Global Halal Centre (GHC) Bogor.

 

“Alhamdulillah, sesuai dengan visi Al-Ittihadiyah “Menjadikan Ormas Islam yang berkualitas, untuk menyatukan potensi umat sebagai Rahmatan lil-‘alamin”, training ini diikuti oleh para utusan yang merespon dan memenuhi undangan DPP Muslimat Al-Ittihadiyah. Diantaranya dari 11 Ormas Muslimat Islam yang tergabung dalam Badan Musyawarah Organisasi Wanita Islam (BMOWI); Mathla’ul Anwar, Aisyiyah, Muslimat NU, PUI, dll. Juga diikuti beberapa peserta dari perguruan tinggi, rumah sakit, dan pimpinan majelis ta’lim di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Bahkan ada juga peserta dari daerah Sukabumi maupun Cianjur. Juga dari Ikatan Wanita Islam Sulawesi Selatan. ” tutur Dr. Hartini Salama, MM., Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Muslimat Al-Ittihadiyah, dalam sambutannya pada pembukaan TOT Kader Dakwah Halal tersebut.

 

Kewajiban Agama

Training ini, jelasnya lagi, merupakan kelanjutan dan perluasan dari program training kader dakwah halal yang telah diselenggarakan khusus bagi para pengurus dan anggota Al-Ittihadiyyah beberapa waktu lalu. Dan kegiatan ini dilangsungkan dalam upaya mempersiapkan kader-kader dakwah yang dapat memberikan informasi mengenai urgensi halal secara luas kepada masyarakat.

 

“Kami merasa mempunyai tanggung jawab moral untuk selalu berdakwah kepada masyarakat. Diantaranya adalah kewajiban agar umat Muslim selalu mengkonsumsi produk yang halal, serta menghindarkan diri dari yang haram,” ujarnya menandaskan.

 

Dan karena dirasa sangat penting, sekaligus merupakan bagian dari kewajiban agama, tambahnya lagi, maka kami juga mengundang dan mengajak para pengurus dari Ormas-ormas Wanita Islam. Sehingga mereka dapat bersama mengemban kewajiban agama ini, menjadi kader dakwah halal yang memiliki pemahanan untuk juga memberikan informasi kepada masyarakat luas, agar dapat pula mengetahui dan memilih produk-produk konsumsi sehari-hari masyarakat, berupa makanan, obat-obatan maupun kosmetika yang terjamin kehalalannya. Karena sebagai umat Muslim, tentu kita harus menaati tuntunan agama yang memerintahkan kita agar mengkonsumsi produk yang halal.

 

Sementara Dr. Ir. Lukmanul Hakim, M.Si., Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), dalam paparannya mengemukakan bahwa mengkonsumsi produk yang halal itu merupakan perintah dan tuntunan bagi seluruh umat manusia, seraya mengutip ayat Al-Quran yang bermakna: “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 168-169).

 

Sebagai Ibadah

 

“Mengamalkan perintah agama ini, bagi umat Muslim, selain dapat hidup di dunia dengan selamat, dengan berbagai hikmah yang akan diraih. Juga akan dapat memperoleh nilai ganda, sebagai ibadah. Karena menaati perintah Allah itu merupakan kewajiban agama. Kalau dilanggar, maka niscaya akan menjadi maksiat dan dosa. Akibat lebih lanjut dari melanggar tuntunan agama ini, maka pelakunya akan jadi celaka dunia maupun akhirat,” tuturnya.

 

Sedangkan bagi orang-orang non-Muslim, tambahnya lagi, mengkonsumsi yang halal itu akan memperoleh manfaat material yang bersifat duniawi semata. Karena semua bahan yang diharamkan dalam Islam itu, seperti bangkai, darah dan babi, mengandung bahaya yang dapat mengancam kesehatan fisik, bila dikonsumsi. Dan hal ini telah terbukti secara empiris maupun saintifik. Dan diakui pula oleh para ahli kesehatan maupun kedokteran. (Usm).


 
Artikel Lainnya

© Copyright 2014 Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia