Info Halal

LPPOM MUI Mewakafkan Gedung GHC Kepada MUI

Bogor – Momentum Syawal 1438 H dengan agenda silaturahim Idul Fitri, atau lebih populer dengan istilah Halal bi Halal, telah menjadi kegiatan rutin tahunan, bersama keluarga besar LPPOM MUI. Namun penyelenggaraan kali ini berlangsung istimewa. Karena diikuti pula oleh jajaran pimpinan MUI Pusat, pejabat Kementerian Agama Kota Bogor, pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan beberapa pimpinan dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

 

Disebut istimewa, karena dilangsungkan juga agenda ikrar dan penyerahan wakaf gedung Global Halal Center GHC), yang menjadi kantor operasional LPPOM MUI, kepada MUI Pusat. Demikian dikemukakan Direktur LPPOM MUI, Dr. Lukmanul Hakim, M.Si., dalam pengantarnya pada acara silaturahim yang dilangsungkan pada 07 Juli 2018 lalu di GHC Bogor.

 

“Gedung dengan luas lahan 1080 meter persegi, dan bangunan tiga lantai, seluas 600 meter persegi setiap lantainya, diwakafkan kepada MUI untuk melanjutkan perjuangan pengembangan dakwah halal di Indonesia, bahkan juga dunia internasional,” tuturnya.

 

Akumulasi Hasil Perjuangan yang Panjang

Bangunan ini, ia menambahkan, merupakan akumulasi hasil dari karya dan perjuangan panjang yang sulit dan berliku dari seluruh insan dan para tokoh LPPOM MUI bersama sesepuh dari IPB serta MUI. Sebagai langkah lanjutan oleh para pendahulu yang merintis LPPOM MUI. Diawali oleh Direktur LPPOM MUI yang pertama, Bp. Prof.Dr. Amin Aziz, lalu ibu Prof.Dr.Hj. Aisyah Girindra, dan Bp. Dr. Nadratuzzaman Hosen. Jadi boleh dikata, gedung ini merupakan hasil dari evolusi LPPOM MUI yang berlangsung selama hampir seperempat abad.

 

Banyak kendala, tekanan maupun tantangan yang dihadapi dalam membangun gedung ini. Apalagi GHC ini berlokasi di area Ring 1, sangat dekat dengan Istana Bogor. Bahkan pada saat pengerjaan, pernah ada beberapa personil yang berdiri di depan proyek pembangunan gedung ini, untuk menghentikan proses konstruksi. Sehingga berbagai persyaratan perijinan dan peraturan administratif yang cukup rumit harus dilengkapi oleh para pengurus LPPOM MUI. Alhamdulillah, semua kesulitan itu dapat diatasi, diantaranya juga adalah dengan dukungan Menko Ekuin Hatta Radjasa ketika itu, yang kemudian juga meresmikan dan menandatangani prasasti peresmian gedung GHC ini pada 2014.

 

Kinerja Meningkat Pesat

Lebih lanjut lagi, pimpinan LPPOM MUI ini menjelaskan, Alhamdulillah juga, sejak peresmian dan memanfaatkan gedung GHC ini, kinerja para staf LPPOM MUI meningkat penuh semangat, dan berbagai prestasi pun dapat dicapai, dengan menghasilkan produk-produk unggulan yang kemudian juga menjadi rujukan, bukan hanya secara nasional, bahkan juga internasional. Diantaranya, Buku Halal Assurance System (HAS) 23000,yang diluncurkan pada saat Milad LPPOM MUI ke-23, tahun 2014. Juga pengembangan dan peluncuran sistim sertifikasi berbasis online, Cerol, yang kini juga telah banyak diadopsi oleh berbagai instansi pemerintah maupun swasta, bahkan juga oleh lembaga-lembaga sertifikasi halal mancanegara.

 

“Ini momen yang luar biasa, ujar Prof.Dr.K.H. Ma’ruf Amin, Ketua Umum MUI, dalam kata sambutannya saat memberikan Taushiyah sekaligus penerimaan ikrar wakaf gedung GHC dari pimpinan LPPOM MUI.

 

Karena, tokoh umat ini menambahkan, LPPOM MUI telah menunjukkan kinerja dengan karya-karya yang meyakinkan, dalam menjaga kehalalan produk konsumsi bagi umat, sehingga dapat memperoleh kepercayaan masyarakat secara luas, dan berhasil membangun gedung ini, yang kemudian diwakafkan kepada MUI.

 

Harus Menjaga Kepercayaan Umat

“Maka tentu kita harus menjaga kepercayaan umat ini dengan penuh komitmen dan konsisten,” pimpinan MUI ini menegaskan.

 

Bahkan dengan kinerja LPPOM MUI, tambahnya lagi, ia pernah diundang ke Korea, untuk memberikan presentasi tentang halal di sana. Ternyata, dalam penyambutan di Korea itu, bukan hanya ada spanduk sambutan selamat datang kepada tim LPPOM dan MUI, tetapi juga banyak berkibar bendera merah-putih di mana-mana.

 

Sehingga dengan kinerja yang ditunjukkan oleh LPPOM bersama MUI, bukan hanya bisa menancapkan halal di Korea, tetapi juga menancapkan dan mengibarkan merah putih dengan penuh wibawa di negeri ginseng itu.

 

Proses ikrar dan penyerahan wakaf gedung GHC oleh LPPOM kepada MUI dilakukan secara formal, serta disaksikan langsung oleh para pejabat negara yang menangani wakaf. Yaitu Kementerian Agama, dalam hal ini Kantor Kecamatan Urusan Agama Kota Bogor Tengah, sebagai pihak yang berwenang menangani aspek administratif wakaf untuk kewilayahan dimana gedung GHC berada, dan pengurus Badan Wakaf Indonesia. (Usm).


 
Artikel Lainnya

© Copyright 2014 Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia